Majalah OUCH! is My Ground Zero


Share Button

Kembali pada masa SMA kelas satu, ketika pertama kali gue kenal sama majalah OUCH! dari kakak gue. Sebelum mendaftar menjadi Dutch (Duta OUCH!), gue terlebih dahulu masuk ke dalam rubrik Catch Me If You Can! Baru deh setelah itu gue mendaftarkan diri menjadi Duta majalah OUCH! untuk SMAN 71 Jakarta. Banyak pengalaman pertama gue yang diberikan oleh majalah OUCH!, Sob. Contohnya pertama kali menulis artikel, pertama kalinya gue menjadi duta bagi sebuah institusi, dan pertama kalinya gue mengenal banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda tapi mempunyai tujuan yang sama.

Setelah berhasil menjadi Dutch, waktu itu gue langsung diminta untuk membuat dua artikel. Yang pertama mengenai sekolah gue dan yang kedua temanya terserah gue, Sob karena waktu itu lagi edisi Dutch. gue merasa terhormat dan sekaligus tertantang banget dengan tugas ini karena gue belum mempunyai pengalaman di bidang menulis. Tapi kayak Rockets sering bilang “The Show must go on”. Dengan segala kemampuan dan bermodal membaca artikel-artikel, akhirnya dua artikel tersebut selesai, Sob.

Waktu gue masih jadi Dutch

Waktu gue masih jadi Dutch

Dua artikel tersebut langsung diterbitkan dalam satu edisi yang sama. gue merasa bangga akan hal itu, terlebih lagi ketika teman-teman gue melihat artikel yang mereka baca merupakan hasil karya gue. Selain menulis artikel, menjadi Dutch juga memberikan gue banyak pengalaman tentang bagaimana caranya berpikir dari banyak perspektif. Waktu itu majalah OUCH! membutuhkan Dutch untuk memberikan ide-ide beserta saran buat majalah OUCH! karena waktu itu majalah OUCH! baru memasuki pasar dengan konsep yang baru pula. Jadi pada saat itu gue belajar untuk memandang sesuatu dari perspektif yang benar-benar berbeda dan bagaimana caranya berpikir “Out Of The Box” Sob.

Walaupun gue udah jadi alumni Dutch, gue tetep eksis di Majalah OUCH!.

Walaupun gue udah jadi alumni Dutch, gue tetep eksis di Majalah OUCH!.

Menjadi Dutch membuka peluang besar banget untuk karier gue lainnya, Sob. Setelah jadi Dutch, gue berhasil menjadi reporter dalam program magang di salah satu harian nasional ternama di Indonesia, menjadi duta salah satu radio ternama di Jakarta, dan masih banyak lagi. Majalah OUCH! dan menjadi Dutch pastinya punya peran dan pengaruh yang besar sampai akhirnya gue bisa jadi seperti sekarang.

Reyhan Noor @Reyhans

Alumni Dutch

Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia 

Share Button

Miss September

Passion and Dreams Staying Alive

More Posts - Twitter - Pinterest - Google Plus



Comments


Leave a Comment