Kolaborasi Apik di Hari Kedua Java Jazz Festival 2017


Share Button

Perhelatan Java Jazz Festival 2017 di hari ke-2 semakin menarik, sob! Kalo lo datang ke event ini, lo bakal ngerasain atmosfer yang sungguh beragam namun bersatu dalam harmonisasi yang sangat indah. Emang agak lebay sih kalimatnya tapi emang itu yang bakal lo rasain. Line up yang dihadirkan membawa penonton untuk melihat dan merasakan kolaborasi apik di hari kedua Java Jazz Festival 2017.

Seperti apa sih kolaborasi yang disuguhkan di hari kedua ini?

Penampilan Pembuka

Java Jazz Festival 2017 di hari kedua ini dibuka oleh penampilan SimakDialog yang mendedikasikan panggungnya untuk mendiang Riza Arshad, sang pendiri, seperti yang juga disebutkan dalam tweet di akun twitter mereka.

Pertunjukan selanjutnya pun menghadirkan Jazz Orchestra of the Concertgebouw dan Dira Sugandhi dengan penampilan spesial dari Dee Dee Bridgewater. Kemudian ditampilkan pula Fariz RM Trio yang berkolaborasi dengan Iwan Wiradz dan Eugen Bounty. Sungguh kolaborasi yang sangat apik dan menghibur para penonton yang telah hadir di awal pembukaan hari kedua Java Jazz Festival 2017.

 

Glenn Fredly: Membawa Keberagaman

Ada yang menarik ketika kami datang ke Hall D2 JI Expo, Kemayoran, Jakarta. Ternyata ada penampilan dari Yamaha Music Project yang berkolaborasi dengan Glenn Fredly, Yura Yunita, Tulus, Armand Maulana, dan Saykoji. Pada awalnya mereka bernyanyi bergantian lalu duet dengan salah satu penyanyi hingga akhirnya pertunjukan ditutup dengan penampilan seluruh penyanyi tersebut. Ketika Glenn Fredly diberi kesempatan bernyanyi sendiri, dia memainkan keyboard sambil menyampaikan pesan bahwa pada tahun ini dia ingin membawa indahnya keberagaman dalam Java Jazz Festival 2017. Dia pun melantunkan hits dari mendiang Michael Jackson, Earth Song, yang kemudian dinyanyikan bersama oleh Yura Yunita, Tulus, Armand Maulana dan Saykoji. Lagu tersebut pun menjadi penutup pertunjukan.

 

Kolaborasi Saykoji, Tulus, Yura, Armand Maulana dan Glenn Fredly

Kolaborasi Saykoji, Tulus, Yura, Armand Maulana dan Glenn Fredly

 

Pasangan yang tergabung dalam Endah n Rhesa pun tidak absen dari perhelatan musik jazz ini. Mereka tampil seperti biasanya namun tetap terasa luar biasa dan memesona pengunjung. Terutama di akhir penampilan, mereka selalu menyelipkan lagu dan jokes yang dikarang bebas sebagai ungkapan terima kasih kepada penonton, serta berisi promosi tentang pertunjukan mereka selanjutnya. Bravo!

 

Endah n Rhesa di Java Jazz Festival 2017

Endah n Rhesa di Java Jazz Festival 2017

 

Musisi dari Jepang turut memeriahkan ajang musik jazz ini. Ada penampilan dari Goodluck Heiwa yang membawa nuansa ceria dengan alunan musik yang unik. Penonton pun langsung bergerombol mengerubungi panggung yang terdapat di tengah halaman JI Expo tersebut.

Goodluck Heiwa di Java Jazz Festival 2017

Goodluck Heiwa di Java Jazz Festival 2017

 

Penampilan Malam

Hari semakin gelap namun antusias pengunjung Java Jazz Festival 2017 tidak menyurut. Kami menyempatkan diri untuk melihat pertunjukan dari Gugun Blues Shelter. Kemudian ada juga Afgan yang berkolaborasi dengan musisi saxophone jazz, Kirk Whalum, yang juga terkenal karena menjadi salah satu pemenang Grammy Award. Yura Yunita yang pada sore hari sudah tampil dalam persembahan Yamaha Music Project, kembali tampil solo selama 1 jam.

 

Gugun Blues Shelter di Java Jazz Festival 2017

Gugun Blues Shelter di Java Jazz Festival 2017

 

Penampilan Solo Yura Yunita di Java Jazz Festival 2017

Penampilan Solo Yura Yunita di Java Jazz Festival 2017

 

Kemudian di panggung yang berada di food court, Barry Likumahuwa tidak melewatkan kesempatannya untuk tampil kembali di Java Jazz Festival. Kali ini dia membawa ayahnya, Benny Likumahuwa, untuk tampil bersamanya. Tentunya ini menjadi daya tarik pagi pengunjung yang tengah menikmati santap malam sehingga mau-tidak-mau menolehkan pandangannya untuk menikmati pertunjukan tersebut.

Barry Likumahuwa di Java Jazz Festival 2017

Barry Likumahuwa di Java Jazz Festival 2017

 

Rap & Hip Hop di Panggung Jazz

Iwa K, NEO, dan Sweet Martabak, yang termasuk ‘legenda’ dalam dunia rap dan hip hop Indonesia, turut hadir dalam festival jazz ini. Dengan massa penonton yang sudah mengenal baik karya mereka, tidak sulit bagi Iwa K, cs, untuk menggoyangkan panggung Java Jazz Festival 2017. Tembang hits 90-an seperti “Malam Indah”, “Kuingin Kembali”, dan “Bebas” sukses membuat para penonton sing-along.

 

Iwa K, NEO, dan Sweet Martabak membawa Rap & Hip Hop di panggun Jazz

Iwa K, NEO, dan Sweet Martabak membawa Rap & Hip Hop di panggung Jazz

 

Malam semakin larut, namun kami masih ingin menikmati pertunjukkan Java Jazz Festival 2017 di hari kedua ini. Akhirnya, kami sempatkan menonton pertunjukan Richard Bona & Mandekan Cubano yang ternyata membuat banyak penonton bergoyang dan berdansa.

 

Richard Bona & Mandekan Cubano

Richard Bona & Mandekan Cubano

 

Dan…. finalnya adalah pertunjukan dari Soundwave! Duo dari Rini dan Jevin sangat dinantikan oleh pengunjung. Pada kesempatan ini, Soundwave tak hanya tampil berdua namun juga diiringi oleh gitar dan bass yang menambah perpaduan musik EDM serta jazz yang harmonis dalam pertunjukan mereka. Penonton beberapa kali meneriakkan “Ciyeeee…” kepada pasangan tersebut karena mereka berdua baru saja menggelar lamaran. Di pertengahan pertunjukkan, Rini mengajak penonton untuk mengikuti goyangan sederhana untuk menemaninya melantunkan lagu dari Rihanna berjudul “Work”.

 

Soundwave di Java Jazz 2017

Soundwave di Java Jazz 2017

 

Fyuuuuhhhhhh….

Panjang juga ya ulasan hari kedua dari Java Jazz Festival 2017 ini. Tapi, lo mesti siap-siap sob! Soalnya masih ada hari ketiga yang ga kalah serunya karena akan ada penampilan dari Ne-Yo!

Lo juga bisa ikuti update langsung dari JI Expo dengan follow twitter dan instagram @majalahouch, sob! Follow sekarang juga ya!

Share Button

El

Atlet kartu UNO kelas bulu. Suka menulis tanpa buru-buru. Menyukai suasana syahdu. Sering terlelap dalam malam biru.

More Posts



Comments


Leave a Comment