Ini Akibat Keseringan Ngomong ‘Ciyus’ dan ‘Miapah’


Share Button



Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Remaja sekarang banyak banget eksperimen sesuatu biar dibilang keren. Buat lo yang kaya gini, ati-ati Sob, dokter jiwa punya komentar sendiri buat lo yang cuma ikut-ikutan ngomong ‘ciyus’ dan ‘miapah’ tapi ga tau maknanya apa.

Melesetin kata serius jadi ‘ciyus’ dan kata demi apa jadi ‘miapah’ adalah salah satu contoh remaja yang mungkin pengen dibilang keren. Secara lo pasti bisa nemuin kata ‘ciyus’ dan ‘miapah’ kapan pun dan di manapun.

Tren ikut-ikutan tanpa tau makna dari kata ‘ciyus’ dan ‘miapa’ tersebut cenderung dibilang alay. Secara ga langsung sebenernya kata ‘ciyus’ dan ‘miapah’ itu bisa dikategoriin sebagai bahasa alay. Salah satu dokter jiwa menjelaskan hal alay ini buat jiwa-jiwa remaja.

“Kalo bangga dengan predikat alay itu yang krisis identitas karena dia ga bisa nentuin pilihan. Jadi cuma sekedar ngikutin mainstream supaya bisa diakuin sama teman-teman aja” kata Dr Suzy yang kerja di bidang psikiatri remaja dan anak.

Dr Suzy juga nambahin, sebenarnya hal ini adalah gejala gangguan jiwa, karena berlebihan kalo ini dianggap sebagai gangguan jiwa. Tapi krisis identitas itulah yang bisa memicu kerentanan untuk mengalami hal tersebut. Apalagi remaja yang mengalami krisis identitas dilatar belakangi emosi dan ga percaya diri.

Remaja yang mengalami hal seperti ini cenderung gampang labil, gampang ikut-ikutan sana-sini, dan yang paling serem adalah gampang terpengaruh. Meski ini bukan gangguan jiwa yang besar, tapi ini bisa memicu gangguan jiwa lainnya, kayak emosi dan egoisme yang nantinya bisa nimbulin suatu masalah yang baru.

Sereeem amat yak!

Share Button


Comments


Leave a Comment