Cerita Pendek: Penyiksaan Harapan


Share Button

Namaku Akzy, kini aku duduk di bangku SMA kelas X di salah satu sekolah di kota Parepare, dulu aku menimba ilmu di SMPN 1 Pareapare, sekolah yang telah mengenalkanku cinta remajaku yang sesungguhnya.

Hari ini biasanya aku keluar rumah tapi, entah kenapa aku merasa ingin dirumah saja, aku duduk di teras belakang rumahku sambil menunggu bulan menjemput matahari, aku memandang langit yang kabut itu, dan mengingatkanku tentang kisah yang sangat menyiksa hati dan batinku.

cerpen penyiksaan harapan

Sore itu, aku mengambil sehelai kertas dan sebuah pena, ku tatap langit dengan penuh penghayatan renungan. Aku membuka tutup penaku dan mulai menulis kisahku dengan segenap perasaan yang selama ini tersiksa di dalam hatiku.

Namanya Uee dia adalah sosok wanita yang sangat baik dan setia, dia adalah wanita yang telah membuat hujan di hari – hariku berubah menjadi sebuah pelangi, tapi kebaikan dan kesetiaan itu aku sia – siakan dan ku anggap biasa saja, aku telah menyiksanya, batin, hati dan juga harapannya.

Hari itu aku tengah menyandarkan diri di tempatku istirahat sepanjang malam. Tiba – tiba, ponselku berdengung di dekat telingaku, ku ambil dengan tangan malasku, ku lihat ada sebuah pesan yang masuk, aku mulai membacanya ternyata pesan itu dari teman kelasku, Uee.

“Siang Akzy” ( Pesan Uee )
Aku membalas pesan itu dengan tanda senyuman, aku berpikir mungkin dia sedang kurang kerjaan.

“Siang juga Uee J” ( Balasku )
Kamipun saling membalas pesan dengan penuh candaan, entah kenapa timbul dalam pikiranku kalau mungkin saja dia menyukaiku, lalu ku coba dengan bercanda mengirim pesan kepadanya,

“Kamu suka ya sama aku?” ( Pesanku )
“:D” ( Balasnya )

Dia hanya menjawab dengan tanda tertawa, lalu candaanku berlanjut dengan memintanya menjadi pacarku walau sebenarnya aku tidak memiliki rasa apapun dengannya,

“Kamu mau tidak jadi pacarku ?” ( Pesanku )
“Seriuskan? aku mau, sebenarnya aku juga sudah suka sama kamu sejak masuk sekolah” ( Balasnya )

Aku kaget membaca balasannya, aku ingin bilang kalau aku hanya bercanda, tapi aku tidak mau membuatnya sakit hati, jadi ku jalani saja pacarannya dengannya.

Aku menjalani masa – masa remajaku dengan Uee, dia sangat baik kepadaku setiap saat aku sedang menulis dia selalu membantuku, dia menulis di buku ku bahkan jika tulisannya terlalu banyak, dia membawa pulang buku ku dan menulis di rumahnya. Rasanya dia selalu ada di dekatku tapi entah kenapa aku belum mempunyai rasa cinta terhadapnya.

Uee adalah seorang gadis yang mungkin saja di mata para pria dia bagaikan bidadari karena dia cantik, pintar dan baik tapi tidak di mataku, aku hanya menganggapnya sebagai teman baik.

Rasa sayang Uee kepadaku sangat besar, karena di gambar tampilan ponselnya saja dia menggunakan fotoku, sedangkan aku tidak menggunakan fotonya di ponselku, tapi dia tidak keberatan dan marah sedikitpun, sungguh seorang pacar yang sangat sempurna, tapi, masih saja belum ada benih cinta yang muncul di hatiku terhadpnya.

Pada saat hari natal, dia mengundangku kerumahnya untuk natalan bersama karena Uee memegang kepercayaan kristen protestan. Saat di rumahnya kami bersenang – senang, makan, ngobrol dan bercanda bersama. Saat aku mau pulang ke rumah dia memberiku sebuah hadiah natal, hadiah yang sangat indah di pandang kedua mataku.

Aku mulai gelisah dan takut kalau Uee tahu kalau sebenarnya aku hanya bercanda pacaran dengannya dan tak memiliki rasa cinta sedikitpun, Aku takut kalau dianggap telah memanfaatkannya, padahal aku tidak ada niat sama sekali untuk memanfaatkannya. Aku pun meminta bantuan kepada sahabatnya yang bernama Febi untuk membuatnya putus denganku, sahabatnya sangat terkejut dan tak percaya kalau aku tidak cinta kepada Uee, tapi dia tetap membantuku karena dia tak ingin Uee merasakan yang namanya sakit hati.

Febi telah mengajaknya jalan – jalan bertemu dengan pria lain dan berusaha membuatnya putus denganku, tapi Uee tetap saja mempercayaiku dan tidak mendengarkan kata – kata Febi, bagaikan kertas yang dihembus angin. Akupun mengambil langkah yang efektif dengan mengatakan kepadanya kalau hubungan kita cukup sampai disini dengan alasan kita harus belajar dan fokus dengan UN nanti, aku tidak memberitahu alasan yang sebenarnya, tapi dia tak mau putus dan berusaha mempertahankanku.

“Aku sudah terlanjur cinta kepadamu, aku tidak mau putus denganmu, aku akan buktikan kalau aku benar – benar cinta padamu” (Kata Uee dengan meneteskan air mata)

Aku tidak tahan melihat wanita menangis di hadapanku sendiri, karena ku pandang matanya, sama sekali tidak menunjukkan kebohongan dan aku yakin kalau itu bukanlah air mata palsu. Hatiku mulai tersentuh dan aku pun memberikan kesempatan untuknya.

Tiba di saat hari miladku, hari dimana usiaku bertambah dan semakin dekat meninggalkan masa – masa remajaku di sekolah menengah. Hari itu aku hanya sekolah sore untuk pengayaan, Aku sangat terkejut, terharu dan tersentuh pada saat Uee mendekatiku dan membawakan kue ulang tahun untukku, perasaanku sangat senang bagai bunga – bunga yang bermekaran. Sebelum meniup lilin Uee menyuruhku untuk memohon harapan tapi aku menyuruh ia saja yang memberi harapan untukku,

“Aku ingin aku dan Akzy selalu bersama selamanya” ( Harapan Uee )
Entah kenapa aku sudah mulai merasakan benih – benih cinta dengan Uee. Setelah itu, aku berikan suapan kue pertama kepada Uee dan kami coret – coretan krim kue bersama sungguh sangat menyenangkan, terlebih lagi setelah itu teman – teman sekelas ku melemparku dengan telur, rasanya ini adalah hari yang sangat bahagia dan benar – benar hari miladku yang paling terbaik sepanjang hidupku.

Disaat hubunganku dan Uee mulai harmonis, Febi memberitahu kepada Uee kalau aku hanya bercanda padanya dan tak cinta kepadanya bagaikan seekor burung yang barusan bertelur, tiba – tiba telurnya jatuh dari sarangnya. Entah apa yang mendasari Febi untuk membongkar semua rahasiaku, padahal aku sudah mulai merasakan cinta, bukan sekedar cinta tapi cinta yang sesungguhnya.

Aku telah berusaha menjelaskan kepada Uee tapi ia tak percaya lagi karena ia telah membaca sendiri percakapan pesanku dengan Febi, mau bagaimana lagi dia telah terlanjur sakit hati dan hubungan kami berakhir sampai disitu.

Hari demi hari kulewati tanpa berkicau ria bersama Uee, candaan, kesenangan, cinta yang baru saja kurasakan semuanya telah hilang, Uee tak mau lagi bicara padaku, aku seperti hantu dalam bayangan hidupya karena dia seakan –akan tak mau melihatku. Aku berpikir kalau ia benar – benar marah dan sakit hati kepadaku.

Akhirnya UN pun selesai dan aku melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi di SMA Negeri 2 Parepare. Disana, aku memiliki banyak teman baru yang sangat terjaga solidaritasnya yang mampu menutupi sedikit siksaan yang ada di dalam hatiku selama ini.

Aku mencoba untuk menjalin cinta di masa remaja baruku tapi tetap saja tak ada wanita yang bisa menandingi Uee, wanita yang telah membuatku merasakan cinta yang sesungguhnya. Rasanya Uee telah hilang dari kehidupanku, meskipun aku terus berusaha untuk melupakannya tapi tetap saja tidak bisa, bahkan namanya saja tidak bisa kuhapuskan dalam memori otakku.

Aku mencoba untuk melupakan semua kenangan itu, entah kenangan indah atau buruk, aku juga bingung dengan kenangan itu, karena aku sudah mencintainya tapi di sisi lain tanpa disengaja aku telah menyiksa harapannya, terutama harapan yang dia ucapkan pada saat meniup lilin kue ulang tahunku, Terkadang aku menangis dalam hatiku jika mengingat semua kenangan itu.

Aku tersadar dalam lamunanku, air mataku jatuh ke kertas catatanku. Kupandang langit telah senja, bulan telah siap menjemput matahari dengan malamnya. Tersentuh di dalam hatiku melihat pemandangan yang sangat indah ini, Aku pun membuat permohonan dalam hatiku,

“Aku tak ingin seperti matahari yang dijemput bulan karena aku masih sangat berharap aku dan Uee akan memancarkan sinar cinta kembali tanpa tertutupi kegelapan malam, karena aku ingin kamu kembali, Uee.”

Aku lalu merapikan kertas catatanku dan menutup penaku. Kemudian aku beranjak masuk ke dalam rumahku untuk menjalani hari–hariku selanjutnya.

Cerpen oleh: Akzy Fenryl Akbar

 

 

Kirim cerpen karya asli beserta data diri lo ke ouch@mycakrawala.com kalau pengen cerita pendek buatan lo dimuat di sini!

Share Button

Miss September

Passion and Dreams Staying Alive

More Posts - Twitter - Pinterest - Google Plus



Comments


Leave a Comment