Cerita Pendek: Iza, Kamu Lucu


Share Button

cerita pendek iza kamu lucu

Aku temui dia kali pertama saat SMA. Di tahun akhir, kami terlibat dalam kepanitiaan buku tahunan, atau “buku katalog alumni” menurut bahasa kami. Kedekatan kami bermula sangat biasa, kami sama-sama di tim layout. Kami acap kali menertawakan bagaimana angle yang maksa yang diambil fotografer amatiran—cuma dia yang kami punya—di SMA kami, Badar.

 

Karena kesibukanku sebagai pembina Karate SMP tetangga, porsi pekerjaan aku lebihkan pada Iza—namanya Faizah—kebetulan dia tidak ada kegiatan ekstrakurikuler di akhir tahun ini. Mau masuk ITB katanya. Tiap hari bacaannya adalah buku teks SMA, buku teks Tingkat Satu, dan buku-buku biografi. Biografi? “Aku sedang mencari-cari alasan mengapa orang sukses memilih jurusan kuliahnya,” kelitnya.

Mungkin cuma aku yang memanggilnya “Za”, yang lain memanggilnya “Iz”.Diskusi kami akan taste layout berlanjut dari ruang sekretariat MPK ke kamar-kamar tidur kami. Whatsapp membuat kedekatan menjadi agak instan.

 

Setelah proyek buku rampung, UAN pun datang. Intensitas hubungan kami menurun drastis. Aku memaklumi dia yang begitu “reserved” untuk UAN dan SNMPTN, berbeda denganku yang sudah diterima di UI lewat jalur “nunjukin rapor”.

 

Hubungan kami kembali intense di 2-3 minggu penantian pengumuman perolehan kursi kuliah. Teman-teman tim buku jadi sering kumpul lagi. Menonton di bioskop, ngemis Wifi, dan wisata kuliner di Rawamangun dan sekitaran stasiun Cikini jadi agenda rutin, minimal dua hari sekali. Selain kumpul “wajib” sama tim buku, Aku dan Iza punya agenda bersama ansos dalam kebersamaan, menghabisi buku-buku yang kami “tabung” di semester akhir yang padat agenda.

 

Suatu hari, Iza tidak bisa ikut ngansos di kafe langganan kami. Aku mengajak Adri sebagai gantinya. Tiga hari ini memang Iza terbaca aneh di Whatsapp. Tiga hari kami tidak bertemu, awkward moment menutup tiga malam berturut-turut. Biasanya malamku berakhir dengan sedikit dosis endorfin, pengantar tidur yang lembut. Adri ternyata membawa pertanyaan pesanan. Iza minta klarifikasi soal perasaan.

 

Setelah Isya’, aku lihat Iza “available” di Skype. Langsung aku kirim pesan singkat,

“Hai, Za! Free to talk?”

Wait, pasang jilbab dulu…”

“.Zzz…”

“Roger.”

Aku tekan tombol “call”. Sepertinya dia sudah tahu aku mau menindaklanjuti misi yang dia mulai sendiri.

 

“Mengapa harus ada yang diklarifikasi, Za?”

“Hmm…”

“Kamu itu lucu. Mengapa kamu minta klarifikasi saat kamu bisa memilih? Badar atau aku bukan soal, bagiku. Nanti saat kamu dipinang, jangan jadikan perasaan pria lain pertimbangan ya…”

“Oke, bos!” dia memasang gaya hormat satpam sekolah kami, telapak tangan sejajar telinga.

Skype kututup dengan senyum. Tak aku perhatikan air mukanya sebelum sambungan Skype itu putus.

*

Setelah sukses 10 jam ngansos pertama kami, aku menyelesaikan Antologi Rasa dan Iza menyelesaikan salah satu buku Fahd Djibran, aku lupa judulnya. Sampai rumah aku lanjut menonton “Liberal Arts”. Malam itu aku sengaja matikan paket internet sampai pagi. Malam itu aku mimpi:

 

Dia mengenakan terusan biru muda. Mukanya lebih bersih, seperti bercahaya. Sesaat aku mengakui pernyataan Oscar Wilde. Kecantikan Iza bertambah berlipat-lipat. Mungkin hatiku telah memilih dia. Aku pegang pipinya yang lembut dan putih dengan kedua tanganku. Aku tatap matanya dalam-dalam. Luas, seperti samudera yang enggan menampilkan pantulan siapa aku. Tanpa suara. Pipinya agak dingin. Aku temukan hidungku dan hidungnya. Kemudian dia memejam. Aku terbangun.

Sejak malam itu, aku memperhatikan Iza dengan sedikit berbeda. Terasa olehku aku tidak memperlakukan teman-teman perempuan lain setara.

*

Di akhir semester kedua, Iza menelponku, “Benjamin… aku hampir pasti dapat teknik lingkungaaan!”

Great!”

“Ben, selamat belajar buat UAS terakhirnya ya! Aku tunggu di kafe Huma, tempat biasa. Di hari ulang tahunku.”

Entah darimana dia tahu kabar keadaanku. Genap 10 bulan kita tidak kontakan.

Ditulis oleh: Bening Tirta Muhammad, pernah dimuat di beningtirta.tumblr.com

 

Kirim cerpen karya asli beserta data diri lo ke ouch@mycakrawala.com kalau pengen cerita pendek buatan lo dimuat di sini!

Share Button

Comments


Leave a Comment