Cerita Pendek: Begeng!! ILYS


Share Button

Senyumku terus merekah melihat permainannya. Dia begitu terlihat cool memukuli drum yang menghasilkan melodi yang sangat indah lengkap dengan permainan temannya yang lain. Pipiku merona, tubuhku seakan mati rasa, lidahku pun terasa kelu ketika tiba-tiba dia melempar pandangan kepadaku yang duduk disebelah kanan panggung sebagai pengisi acara itu juga. huhhh~ Tuhan!! Ada apa ini? Haha sepertinya aku jatuh cinta.

“Ki, nape lo?” Ucap temanku.

“Gue lagi liatin ciptaan tuhan yang sangat sempurna” Lancang! Mulutku begitu lancang mengucapkannya.

“Hah? Apa lo kata?” Tanyanya dengan suara yang lebih cetar, haha.

“Eh, apa? Fi?” Tanyaku dengan wajah yang sok polos. Ett aku emang polos kok.

“Siapa ciptaan tuhan yang sempurna?”

“Apa sih lo? Ngac..” Belum sempat aku melanjutkan kalimatku, pemimpin paduan suara sudah naik ketempatnya. Dan itu artinya, aku harus bernyanyi.

cerita pendek upacara bendera anak sma

“Indonesia raya merdeka.. Merdeka..

Tanahku negeriku yang ku cinta..

Indonesia raya merdeka.. Merdeka..

Hiduplah Indonesia raya..”

Lagu pertama dan kedua telah selesai. Karena masih ada satu lagu lagi, aku terpaksa tetap berada ditempat. Mataku membulat sempurna. Rasa yang tadinya sangat malas, kini berubah menjadi rasa yang entah sulit sekali dideskripsikan. Pandanganku benar-benar tak bisa terlepas dari seseorang yang berda dibalik drum. huhhh~ Tuhan!!

“Ganteng” Gunamku pelan yang ternyata terdengar oleh Avi, temanku.

“Eghmm.. Siapa yang ganteng?” Selidiknya dengan mimic wajah yang aneh.

“hah?”

“Ha. Heh. Ha. Heh aja idup lo. Siapa yang ganteng?” Kepo banget deh temanku yang satu ini.

“Itu siapa sih? Namanya? Kelas apa?” Tanyaku tanpa sadar.

“Ah? hahaha. Itu? Rian, kelas 10 F. Nape?” Jawab sekaligus tanya Avi.

“Engga sih, cuma baru liat dia aja. Udahlah, abaikan” Dustaku.

“Hem, bilang aja suka! Susah banget”

“Avi. Apaan sih??” Ucapku dengan nada yang agak keras.

“Stttt”

“Hehe. Maaf”

Mataku menyipit. Memperjelas penglihatanku. Terfokus pada seseorang yang mungkin aku kenal. Rian! Itu Rian! Haha. Rezeki emang gak kemana, pagi-pagi udah liat dia, melting coyy! Senyumku terukir bersembunyi dibalik masker tazmania yang aku kenakan. Ya! Aku tengah mengendarai motorku untuk keseolah. Laju motorku sudah melewatinya yang sepertinya sedang menunggu angkot. Mataku terus menatap kesepion hingga tanpa sadar lampu sudah berubah hijau. Teeeetttt!! Elah! marah-marah aja nih orang.

15 menit berlalu, kini aku telah sampai dengan selamat di sekolah. Tanpa aku sadari, hari ini senyumku terus merekah.

“Kenapa kamu put? Senyum-senyum aja?” Tanya Rahma, teman sebangkuku.

“Engga kok. Hehe” Jawabku salah tingkah.

“Eh, Ma. Kenal Rian ga? Kelas F” Tanyaku dengan nyali yang sedikit sudah terkumpul.

“Rian? Kenal! Kenapa?” Tanyanya.

“Namanya Rian siapa deh?” Tanyaku lagi.

“Arya.. Aryan siapa gitu.” Jawabnya dengan wajah yang sudah mulai berubah.

“Oh.. Yang pake tas merah itu lho”

“Iya. satu desa deh sama aku! Kenapa?”

“Engga kok” Balasku senyum.

Huhu!! Satu informasi sudah aku dapat! Tuhan, tolong hambamu ini. Haha.

Keesokkan harinya,

Hari ini, aku bersemangat berangkat kesekolah. Walaupun panas, dan ngga sempet sarapan, aku bela-belain baris dibarisan putri yang paling depan. Kenapa? Kalian tahu? Rian menjadi pembawa teks pancasila. Aku fikir, hari ini aku akan menang banyak. Haha.

Hatiku semakin berdebar ketika dia mulai melangkah menyerahkan teks pancasila kepada pembina. Huffft~ Ku tarik nafas panjang kemudian tersenyum.

“Ki! kenapa? belum minum obat ya?” Tanya Irum yang baris disebelahku.

“Ah, Wil. Ganteng banget ya!”

“Sapa?”

“Noh”

“Speaker?”

“Elah!!”

“Hem, jatuh cinta ya?” Godanya yang sukses membuat pipiku memanas. Aku fikir, pipiku sudah merona.

“Haha. Apa deh” Elakku.

“Tapi kurus banget deh Ki! liat noh, pahanya kecil banget” Ujarnya tertawa pelan.

“Dih, ngapa kamu liatinnya kesono-sono?”

“Haha”

“Begeng!” Gunamku pelan.

Benar! Haha benar sekali. Hari ini, aku menang banyak. Haha. Begeng! Nama yang tepat buat dia. Kurus sih, tapi sukses bikin aku jatuh cintah! Haha.

Ya Tuhan.. Kalau dia jodohku dekatkan aku padanya,

Jika memang dia bukan jodohku bisikkanlah padanya kalau saat ini aku, Puki sangat menyayanginya. nyahahaa

Ditulis oleh: Putri Tazkiyah Rizqi

 

Kirim cerpen karya asli beserta data diri lo ke ouch@mycakrawala.com kalau pengen cerita pendek buatan lo dimuat di sini!

Share Button

Comments


Leave a Comment