Alasan Kenapa Pilih Jalur Indie Saat Bermusik


Share Button

indie

Pasti lo kenal sama label-label besar seperti Aquarius Musikindo, Nagaswara atau Sony Music Indonesia. Boleh dibilang, mereka ini raksasa di bidang industri musik Indonesia. Tapi, buat berkarya di bidang musik, apa harus lewat label-label tersebut? Akhir-akhir ini, justru banyak banget musisi yang milih berkarya lewat jalur indie, Sob.

Saat ngebahas soal jalur indie, satu pertanyaan yang muncul di pikiran lo pasti, “Kenapa sih para musisi sekarang banyak yang keluar dari label gede?” Padahal, dengan berkarya di label gede, lo punya kesempatan lebih gede buat ngenalin karya lo ka masyarakat luas.

Calvin Jeremy, penyanyi yang jadi idola banyak remaja ini, punya jawaban soal pertanyaan tersebut Sob. Kebetulan, doi juga keluar dari label Universal Music dan sekarang lebih fokus di jalur indie.

Menurut Calvin, lewat jalur indie, Calvin bisa berkarya lebih fleksibel, Sob. Termasuk soal urusan manggung, dll.

“Kalau tergabung dalam label, misal orang susah cari CD gue, di toko CD abis, gue nggak bisa apa-apa,” ucap Calvin seperti diposting Tribun News (4/01/16).

“Kalau orang mau panggil manggung ketika gue tergabung dalam label, lebih susah. Contact person-nya nggak bisa in charge karena ada jam kerja. Kalau sekarang, 24 dan 7 hari standby terus. Setiap ada opportunity bisa langsung kami ambil,” sambung Calvin.

indie-2

Baca: Yuk Tingkatin Kepercayaan Diri Lo Dengan 3 Hal Ini!

Ga cuma Calvin Jeremy, Sheila On 7 yang udah 16 tahun bareng label gede, akhirnya pilih jalur anti mainstream. Duta dkk. sekarang pilih jalur indie dengan berbagai alasan.

Menurut Duta, ada di label gede bikin lo bermusik dengan aman, Sob. Berada di bawah label sekelas Sony Music, bikin Duta dkk. berada di zona yang aman banget. Cuma, emang harus banyak kompromi soal selera musik. Nah, setelah 16 tahun bareng Sony Music, mereka pilih jalur indie biar lebih bebas berkarya, Sob.

Nah, buat lo yang hobi bermusik, mana nih pilihan lo? Jalur label gede apa indie? Bagi dong pendapat lo soal jalur mainstream dan anti mainstream.

Baca: Georges Perec, Novelis yang Bikin Google Berubah Jadi Googl

Share Button


Comments


Leave a Comment