10 Pesan Novel “The Fault in Our Stars” Yang Membuat Kita Lebih Dewasa


Share Button

Buat yang gembar baca buku, novel karya John Green yang berjudul “The Fault in Our Stars” sudah ┬ájadi bacaan wajib. Cerita cintanya yang gak terlihat dibuat-buat bikin banyak orang terenyuh sama dua tokoh utama yaitu Hazel dan Augustus Waters.

Mestinya novel ini pertama kali dirilis pada 10 Januari 2012 tapi ada kesalahan yang dibuat penerbit sehinga 1500 eksemplar novel The Fault in Our Stars terkirim ke para pembaca yang telah pre-order sebelumnya pada 21 Desember 2011. Walaupun akhirnya kebanyakan dari mereka berjanji gak baca novelnya sebelum tanggal rilis.

Baca: The fault in our stars bikin nangis bombay.

Akhirnya novel The Fault in Our Stars pun dibuatin filmnya yang syutingnya mulai pada 26 Agustus 2013 dan telah dirilis ke bioskop secara intenasional pada 6 Juni 2014. Buat yang di Indonesia pun sudah mulai bisa nonton filmnya per akhir Juni 2014 kok.

John Green saat menulis novel The Fault in Our Stars banyak kasih pesan soal cinta dan kehidupan yang penting banget diketahui anak-anak remaja jaman sekarang.

Kalau kalian belum baca novel atau nonton filmnya, kita sudah merangkum pesan cinta dan kehidupan dari novel The Fault in Our Stars yang bisa membuat kita lebih dewasa.

 

1. Berhenti mengeluh dan mulai menjawab tantangan

berhenti mengeluh dan mulai menjawab

Terutama buat kalian yang masih duduk di bangku SMA atau baru aja mulai masa kuliah, mungkin sering bertanya-tanya soal kehidupan dan mengeluh kenapa sih kenyataan berbeda dengan keingingan kita selama ini.

Hazel dan August di The Fault in Our Stars juga terus bertanya-tanya tentang masa depan mereka. Dan di situ kita bisa belajar untuk mulai hadapi tantangan serta ketidakpastian dalam hidup seperti yang Hazel dan August perankan.

 

2. Jalani hidup semaksimal mungkin

jalani hidup semaksimal mungkin

Tidak ada yang tahu tentang masa depan masing-masing dirinya, karenanya kita mesti jalani dengan maksimal tanpa perlu khawatir apa yang akan terjadi selanjutnya. Seperti yang dikatakan Hazel “Some infinities are bigger than other infinities”.

Misalnya kita hanya ketemu teman-teman SMA selama 3 tahun, tapi bukan gak mungkin teman semasa SMA lah yang akan jadi teman sampai kita tua nanti. Makanya itu walau hanya ketemu 3 tahun di SMA, kita mesti jalani semaksimal mungkin berteman dengan orang lain.

 

3. Syukurilah dengan apa yang dimiliki saat ini

syukuri apa yang kita miliki saat ini

Di novel The Fault in Our Stars, John Green menulis “The world is not a wish-granting factory” yang artinya gak semua keinginan kita akan terwujud di dunia ini. Karena memang dunia ini gak akan pernah adil, maka satu-satunya cara untuk tetap puas bahagia adalah dengan mensyukuri apapun yang kita dapatkan.

Akan selalu ada yang lebih baik di luar sana, selalu ada yang lebih hijau dibanding rumput rumah kita sendiri. Gak semua orang bisa hidup sehat, gak semua orang bisa hidup enak.

 

4. Ambil tantangan dan resiko

ambil tantangan dan jalani resiko

Beberapa kesempatan dalam hidup gak datang dua kali dan kadang di setiap kesempatan yang kita ambil selalu ada resiko yang juga mesti kita jalanin.

August bilang “Oblivion is inevitable”, semakin lama kita hidup semakin besar kesempatan kita untuk menemukan kejutan di akhir kehidupan. Dari situ gak ada yang lebih baik dibanding “go for it”, dan gak perlu khawatir banyak hal lainnya. Cukup lakukan dan lhat apa yang bakal terjadi.

 

5. Yakinlah akan ada orang yang tulus mencintai kita di luar sana

yakinlah ada orang yang tulus mencintai

Cerita novel The Fault in Our Stars memang fiktif tapi pesan di dalamnya gak bisa sembarangan kita anggap remeh. Tokoh Hazel dan August memang bukan sosok manusia normal karena mereka berdua punya penyakit kanker, tapi disitulah pesan yang ingin disampaikan.

Kita semua berbebeda tapi ada kesamaan diantara semua manusia, yaitu cinta. Dan tetap percayalahnya pasti ada sosok ayata Hazel atau August untuk kita di luar sana.

 

6. Gak ada cinta yang sempurna

gak ada cinta yang sempurna

Mestinya ini jadi pelajaran pertama setiap orang dalam menjalani hidupnya, bahwa gak ada cinta yang sempurna. Seperti yang John Green gambarkan lewat tokoh Hazel dan August di novelnya The Fault in Our Stars, tapi walaupun begitu mereka tetap mau menerima satu sama lainnya.

Jadi, kita mesti belajar untuk menerima kekurangan orang lain karena memang gak ada yang sempurna di dunia ini terutama cinta.

 

7. Nikmatin apa yang ada saat ini

nikmati apa saja yang ada saat ini

Di dalam cerita The Fault in Our Stars, Hazel dihadapkan pilihan apakah mau melanjutkan hubungan cintanya dengan August atau tidak. Tapi kemudian mereka berdua pun memilih untuk menikmati saja apa yang mereka jalani saat ini.

Gak perlu ada kekhawatiran berlebihan akan sesuatu karena pada prinsipnya semua yang berlebihan itu gak baik.

 

8. Cinta bisa berakhir kapan aja

cinta bisa berakhir kapan saja

Gak ada yang kekal di dunia ini, begitupun cinta seperti hubungan kasih August dan Hazel yang mesti terpisah karena kematian. Tapi gak perlu khawatir juga kok, kita cukup tahu kalo setiap ada pertemuan bakal ada perpisahan.

Dan respon kita terhadap hal itu adalah dengan menjalani setiap momen dengan maksimal mungkin maka gak akan ada hal yang mesti disesali saat perpisahan terjadi.

 

9. Gak perlu banyak khawatir

gak perlu banyak khawatir

Sekali lagi, gak perlu banyak khawatir terhadap apapun karena yang berlebihan itu gak baik. Apalagi khawatir pada sesuatu yang belum terjadi, karena masa depan gak ada yang tahu kan? selain Tuhan.

Yang terpenting jalani dengan baik maka masa Tuhan rela kasih kita masa depan yang jelek?

 

10. Siapapun bisa merasakan cinta

cinta sejati itu ada

John Green di novel “The Fault in Our Stars” ingin kasih lihat kalau semua orang bisa merasakan cinta sebenarnya. Karena kebanyakan orang berpikir usia remaja kayak August dan Hazel ini hanya bisa main-main dengan cinta, atau yang kata orang cinta monyet.

Share Button


Comments


Leave a Comment